DISPARBUDPORA
SUNGAI KAHAYAN SEBAGAI URAT NADI PEREKONOMIAN MASYARAKAT KOTA PALANGKA RAYA

SUNGAI KAHAYAN SEBAGAI URAT NADI PEREKONOMIAN MASYARAKAT KOTA PALANGKA RAYA

 

Betapa pentingnya peran Sungai Kahayan bagi masyarakat di Kota Palangka Raya. sejak dulu hingga kini sungai ini memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat sekitarnya sebagai sumber daya air, potensi perikanan maupun sebagai prasarana trasportasi.

Memang tidak dipungkiri bahwa aktivitas di Sungai Kahayan ini seakan tiada henti, aktivitas masyarakat nelayan yang menangkap ikan dan memanfaatkannya untuk memelihara ikan di keramba. Hilir mudik masyarakat menggunakan perahu kecil (kelotok), kapal bermotor yang mengangkut penumpang dan barang. Rumah-rumah penduduk (rumah lanting) yang berdomisili di sepanjang alur Sungai Kahayan mengingatkan kembali masa puluhan tahun yang telah berlalu, betapa luarbiasanya sungai ini menopang kehidupan masyarakat.  

Sekarang walaupun Sungai Kahayan sudah tidak lagi menjadi media trasportasi utama, namun geliat kegiatan masyarakat masih terlihat di pinggiran Sungai Kahayan, bahkan menjadi sesuatu yang unik untuk dikunjungi dan dijadikan objek wisata susur sungai.

Kearifan lokal serta nuansa kota lama Palangka Raya masih terasa di pinggiran Sungai Kahayan. Sebut saja Pelabuhan Rambang, pelabuhan yang dulunya merupakan terminal air tempat dimana speed boat dan kapal-kapal barang bersandar untuk bongkarmuat barang dan penumpang, sekarang bertambah fungsi menjadi tempat kuliner yang menyajikan jajanan-jajanan tradisional yang bisa dinikmati sambil menikmati senja di pinggir sungai.

Jika kita menyusuri Sungai Kahayan, kita akan melihat deretan rumah lanting yang masih ditinggali oleh masyarakat, serta deretan keramba yang memanfaatkan aliran sungai sebagai budidaya ikan air tawar. sesekali kita akan saksikan anak-anak mandi dan berenang serta bermain-main di sungai, serta beberapa orang memancing dari atas jukung.

Hilir mudik jukung tradisional masih lalu lalang melintasi Sungai Kahayan, sebagai alat trasportasi yang menghubungkan antara Kampung Pahandut dengan Kampung Pahandut Sebrang. Walaupun tranpotrasi darat sudah terhubung, sebagian masyarakat masih menggunakan jukung sebagai alat trasportasi penyebrangan dan media untuk berkeliling di Sungai Kahayan.

 

About disparbudpora

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*